Obat Batuk

tumblr_og0t9re5op1ujjt1yo1_500Tanggal merah adalah hal yang menyenangkan, hal yang dinanti dan terasa begitu berharga. Tapi terkadang aku tidak menyukainya karena hampir semua teman kosan pulang ke rumahnya masing-masing. Kosan jadi terasa sepi sekali.

Hingga pada suatu hari yang tidak diharapkan, disaat semua teman kosanku pulang kerumahnya, disaat aku hanya tinggal sendirian, aku jatuh sakit. Bukan sakit parah, hanya flu biasa karena jadwal makan dan tidur yang tidak teratur. Tapi tetap saja, rasanya tidak nyaman.

Karena tidak ada seorang pun yang bisa dimintai tolong, aku pergi keluar untuk membeli obat di apotek yang jaraknya hanya beberapa langkah dari kosan. Aku memakai pakaian seadanya, jilbab, kerudung, jaket semua yang mudah dijangkau, tidak peduli warnanya atau kelihatannya bagaimana, yang penting bagiku saat itu hanyalah bisa keluar secepatnya membeli obat dan kembali lagi untuk tidur karena kepalaku rasanya sakit sekali seperti akan pecah.

Sesampainya di toko obat, aku bilang pada penjaganya ingin obat batuk yang tidak mengandung alkohol. Penjaga toko itu melihatku sekilas kemudian langsung mencari obat yang aku minta. Ia menyodorkan beberapa obat dengan berbagai merk dan ukuran agar aku bisa memilih yang cocok.

“Jadi mau yang mana?” tanyanya ramah “Ini ada rasa strawberry, jeruk, anggur”

Sejenak aku berpikir karena melihat bungkus obatnya yang tidak biasa, kemudian memberanikan diri untuk memastikan “Mmm, Ini bukannya obat buat anak-anak ya?”

Penjaga obat itu terdiam sesaat seperti kebingungan “Eeh, memangnya mau beli obat buat siapa?”

“Iyaaaa, beli obat buat saya”

“loh emang umurnya berapa?” Tanyanya lagi sembari masih memasang muka keheranan, belum sempat aku menjawab, penjaga obat itu berteriak “EEH~ MAHASISWA? HAHAHHA~” Ia tertawa keras sekali. “Maap ya teh maap, kirain teh bukan mahasiswa” ujarnya menyesal kemudian dengan segera mencarikan obat yang benar.

.

.

Sejak kecil, aku punya tubuh yang tidak tinggi, tidak lebar juga. Teman baikku bahkan mengatakan bahwa aku tidak tumbuh, baik ke atas maupun ke samping, Ia kemudian memanggilku ‘hobbit’. Aku dipanggil dengan nama itu oleh sebagian besar teman kelas selama SMA. Tapi jujur,  aku menyukai nama panggilanku dan sangat bersyukur mereka tidak memanggilku ‘smeagol’ atau ‘gollum’.

Mungkin itulah penyebab orang-orang seringkali salah paham. Entah sudah berapa kali aku mendapati orang-orang yang kebingungan, banyak juga yang salah sangka mengira aku masih SMP atau SMA. Sudah terbiasa sebenarnya dengan kekeliruan seperti itu. Tapi, baru kali ini ada yang mengira aku masih anak-anak.

Entah mengapa perasaanku saat itu,

sangat sedih.

Mungkin karena aku sedang sakit.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s