WABAH POKEMON GO DAN BAHAYA YANG MEMBAYANGINYA

 Also shared on: https://www.islampos.com/wabah-pokemon-go-dan-bahaya-yang-membayanginya-294123/

Siapa tak tahu Pokemon Go? Game satu ini memang tengah mewabah dan menjadi perbincangan dimana-mana. Pokemon Go merupakan game augmented reality (realitas tertambah) di ponsel pintar, dengan menggunakan GPS (Sistem Pemosisi Global). Permainan Pokemon Go menjadi unik dan menarik karena bukan tokoh dalam permainan yang kita kendalikan, justru kitalah yang harus berjalan-jalan sendiri di dunia nyata demi menangkap monster virtual lucu yang hanya dapat terlihat lewat layar ponsel. Pokemon Go sendiri belum resmi rilis di Indonesia, namun nampaknya sejumlah penggemar penasaran telah mengunduh aplikasinya secara ‘ilegal’, bermain hingga lupa waktu dan tempat, bahkan sampai membuat perkumpulan untuk berburu Pokemon.

Suatu permainan atau hiburan memang diciptakan untuk menghibur dan membuat senang. Namun, apa jadinya jika karena terlalu fokus memainkan game sehingga secara tak sadar tengah tergiring dalam bahaya? Ya. Tidak dapat dipungkiri bahwa permainan Pokemon Go telah memakan banyak korban. Di Amerika Serikat, sejak game ini dirilis ke publik. Para pemainnya menggunakan segala cara untuk mendapatkan monster virtual mereka. Tak jarang, ada yang sampai melompat hingga menyeberang jalan raya untuk mendapatkan monster kesayangannya itu, game ini bahkan telah menelan korban seorang wanita yang tewas tergelincir dari jembatan ketika tengah berusaha menangkap pokemon.

(http://www.anakregular.com/2016/07/kasus-mengerikan-akibat-game-pokemon-go.html)

Islam sama sekali tidak melarang permainan dan hiburan. Rasulullah pun pernah mengajak Aisyah untuk lomba lari yang mengisyaratkan bahwa manusia boleh menikmati permainan asalkan masih dalam batasannya. Namun masalahnya, kita tidak hidup di negara yang Islami melainkan di era kapitalis yang tidak mempertimbangkan halal-haram, yang melihat segala sesuatu dengan berorientasi pada manfaat atau materi semata. Itulah yang menyebabkan tidak ada batasan jelas, tidak ada penjagaan yang dapat menghindarkan kita dari bahaya akibat wabah pokemon go ini. Memainkan game hingga lupa waktu, lupa keadaan sekitar, lupa surga neraka bahkan Allah sang pencipta-Nya. Alih-alih menghibur, justru permainan ini malah membuat umat terjerumus, berkubang dalam lembah kemaksiatan serupa kebahagian semu yang ditawarkan.

Padahal, ada banyak hal lain yang jauh lebih bermanfaat dibandingkan kesana kemari untuk berburu pokemon. Hal lain yang bisa menjadi bekal kita kelak di hari penghisaban seperti mengkaji Islam, berdakwah dan mengajak umat untuk bersama-sama menerapkan hukum Islam. Rasulullah SAW pernah bersabda ”Manfaatkanlah lima perkara sebelum datang lima perkara lainnya; masa mudamu sebelum masa tuamu, sehatmu sebelum sakitmu, kayamu sebelum miskinmu, waktu luangmu sebelum waktu sempitmu, dan hidupmu sebelum matimu.” (HR Al Hakim, dalam Al Mustadrak ‘Ala As Shahihain, Juz 4, no. 7846, hadits shahih).

Demam pokemon go yang telah menghalangi umat untuk bangkit merupakan satu dari rangkaian godaan yang tak henti menyerang demi memperlambat tegaknya Islam. Semakin jauhnya umat dari tujuan hidup yang semestinya merupakan ancaman yang harus sama-sama kita cegah. Islam agama yang sempurna telah memliki seperangkat aturan yang dapat menyelamatkan manusia baik di dunia maupun akhirat. Hendaknya kita genggam selalu agar tidak terombang-ambing dalam permainan dunia yang melenakan.

Waallahualam bi ash shawab.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s