(Prolog) In The Name of Sunflower

NB: This is not a true story, just my imagination

Apa kau tahu tentang bunga matahari? Ia adalah bunga yang aku sangat menyukainya. Bunga matahari terlihat penuh impian, penuh pengharapan. Warnanya yang terang membuat orang lain bersemangat, jika langit punya matahari, maka bumi punya bunga matahari. Walau masa hidupnya singkat, tapi ia mampu menebar aura positif untuk yang lain dan selayaknya bunga matahari.

Aku…

Selalu ingin…

Melihat orang lain tersenyum …

sunflower walpaper

        Pagi ini, sama seperti biasa, sama seperti rutinitas yang tidak bosan dilakukan berulang. Ibu tengah sibuk mempersiapkan segala keperluan sekolahku. Mulai dari pakaian, buku, sepatu, bahkan potongan rambutku ia yang mengaturnya. Aku tak pernah menolak, tak pernah bilang tak suka. Ibu selalu senang melihatku sesuai dengan apa yang diinginkannya. Aku senang, jika ia senang.

Aku bahkan tak marah…
Sungguh, aku tak marah…

Ketika suatu hari ia menyematkan pita merah muda di rambutku. Juga ketika ia mengatakan bahwa aku sangat cocok mengenakannya dan begitu manis aku terlihat di matanya. Padahal, sama sekali aku tidak menginginkannya, walau tidak menyukainya.

Aku tidak apa-apa…
Sungguh, tidak apa-apa…

Orang-orang berpendapat aku anak yang penurut, sopan tanpa pernah mengeluh, tidak pernah membantah. Aku tidak peduli untuk mendapat barisan terbelakang saat hendak masuk ke kelas atau barisan manapun yang tersisa. Aku juga tidak menangis walau beberapa anak seumuranku menjahili atau merusak barang-barangku atau memukuliku. Aku tidak keberatan diganggu. Tidak apa-apa…

Aku tidak apa-apa…
Sungguh, aku tidak apa-apa…

Seiring berjalannya waktu, tetap seperti itu …

Selalu melakukan apapun yang orang tuaku katakan atau orang lain katakan atau teman-temanku katakan tentang hal-hal yang menggembirakan. Aku selalu berusaha dan mendapatkannya, mendapatkan hal-hal yang mungkin itu baik, meski cara untuk mendapatkannya terkadang melelahkan, menyakitkan, membosankan. Tapi aku terus berusaha, seakan tak punya kata lain selain berusaha.

Namun…

Sekeras apapun berusaha…
Selelah apapun menjalaninya…

Semua itu tetap tak bisa menghentikan…
Keputusan orangtuaku untuk berpisah …

In the name of Sunflower

To be continued …

Baca cerita lengkapnya disini

Advertisements

One thought on “(Prolog) In The Name of Sunflower

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s