Langkah-langkah  operasional  Diagnostik  dan  Remidial Kesulitan Belajar

1Pembahasan kali ini berhubungan dengan pembahasan sebelumnya yaitu mengenai Konsep Diagnostik Kesulitan Belajar. Jika sebelumnya kita hanya membahas mengenai konsep dasar, faktor-faktor serta langkah-langkah diagnostik belajar secara umum. Kali ini kita akan membahas lebih rinci mengenai langkah-langkah operasional diagnostik dan remidial kesulitan belajar.

Prosedur dan Teknik Diagnostik Kesulitan Belajar

Rosa dan Stanley dalam Abin (2007:309)  menggariskan tahapan-tahapan diagnosis (The levels of diagnosis) itu sebagai berikut.

  1. Who are the pupils having trouble?
    (Siapa sajakah siswa yang mengalami gangguan?)
  2. Where are the errors located?
    (Dimanakah kelemahan-kelemahan itu dapat dilokalisasi?)
  3. Why are the errors occur?
    (Mengapa kelemahan-kelemahan itu terjadi?)
  4. What remedies are suggested?
    (Penyembuhan apa sajakah yang disarankan?)
  5. How can errors be prevented?
    (Bagaimana kelemahan itu dapat dicegah?)

Dari langkah tersebut, nampak bahwa keempat langkah yang pertama dari diagnosis merupakan usaha perbaikan atau penyembuhan. Sedangkan langkah kelima merupakan pencegahan (preventive)

Burton dalam Abin (2007:310) menggariskan agak lain, yaitu berdasarkan kepada teknik dan instrument yang digunakan dalam pelaksanaannya sebagai berikut.

  1. General diagnosis
    Pada tahap ini lazim menggunakan tes baku, seperti yang dipergunakan untuk evaluasi dan pengukuran psikologis dan hasil belajar. Sasarannya, untuk menemukan siapakah siswa yang diduga mengalami kelemahan tertentu.
  2. Analysistic diagnostic
    Lazimnya digunakan tes diagnostik. Sasarannya, untuk mengetahui dimana letak kelemahan tersebut.
    Psychological diagnosis
  3. Pada tahap ini teknik pendekatan dan instrumen yang digunakan antara lain:
    – Observasi
    – Analisis karya tulis
    – Analisis proses dan respon lisan
    – Analisis berbagai catatan objektif
    – Wawancara
    – Pendekatan laboratories dan klinis
    – Studi kasus

Sasaran diagnostik pada langkah ini pada dasarnya ditujukan untuk memahami karakteristik dan faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya kesulitan.

Remedial Kesulitan Belajar

Pengajaran remedial merupakan salah satu tahapan kegiatan utama dalam keseluruhan kerangka pola layanan bimbingan belajar, serta merupakan rangkaian kegiatan lanjutan logis dari usaha diagnostic kesulitan belajar-mengajar. Berikut ini beberapa langkah pendeskripsian fungsi, tujuan/sasaran, dan kegiatan remedial kesulitan belajar.

  1. Penelaahan kembali kasus dengan permasalahannya
    Langkah ini merupakan tahapan paling fundamental dalam pengajaran remedial karena merupakan landasan pangkal tolok langkah–langkah kegiatan berikutnya. Sasaran pokok langkah ini ialah:
  • Diferennya gambaran yang lebih definitif mengenai karakteristik kasus serta permasalahannya
  • Diperolehnya gambaran lebih defintif mengenai karakteristik kasus berikut permasalahannya

Berdasarkan hasil telaahan diatas duharapkan terjawab pertanyaan berikut:

  • Siapa kasus yang perlu ditangani itu?
  • Seberapa jauh tingkat kelemahaannya secara umum dipandang dari segi kriteria yang diharapkan?
  • Dimanakah letak kelamahaannya dipanadang dari ruang lingkup dan urutan bidang yang bersangkutan?
  • Pada tungkat dan kawasan hasil belajar manakah kasus itu mengalami kelemahan dipandang dari tujuan-tujuan pendidikan?
  • Faktor manakah merupakan penyebab utama dipandang dari segi siswa yang bersangkutan?
  • Faktor manakah yang mungkin menjadi penyebab utama dari kompnen instrumental input (sarana penunjang) PBM yang bersangkutan?
  • Faktor manakah yang terdapat dalam lingkungan yang diduga merupakan sumber utama kesulitan?
  • Apakah komponen output ikut juga salah satu sebab kesulitan belajar?
  • Apakah perkiraan tentang kemungkinan penangannya cukup teliti dan beralasan?
  • Apakah alternatif yang direkomendasikan?

2. Menentukan alternative pilihan tindakan

Langkah ini merupakan lanjutan logis dari langkah pertama. Dari hasil penelaahan yang kita lakukan pada langkah pertama itu akan diperoleh kesimpulan mengenai dua hal pokok, yaitu :

Karakteristik khusus yang akan ditangani secara umum, dapat dikategorikan pada salah satu dari tiga kemungkinan dibawah ini :

  • Kasus yang bersangkutan dapat disimpulkan hanya memiliki kesulitan dalam menemukan dan mengembangkan pola/strategi/metode/teknik belajar yang lebih sesuai, efektif dan efisien.
  • Kasus yang bersangkutan dapat disimpulkan disamping memiliki kesulitan dalam menemukan dan mengembangkan pola/strategi/metode/teknik belajar yang lebih sesuai, efektif dan efisien itu, juga dihadapkan kepada hambatan–hambatan ego-emosional, potensial-fungsional, sosial-psikologis dalam penyesuaian dengan dirinya dan lingkungannya.
  • Kasus yang bersangkutan disimpulkan telah memiliki kecenderungan ke arah kemampuan menemukan dan mengembangkan pola–pola strategi namun terhambat oleh ego-emosional, potensial-fungsional, sosial-psikologis dan faktor instrumental-enviromental lainnya.

Alternatif pemecahannya, mungkin lebih strategis jika:

  • Langsung kepada langkah keempat (pelaksanaan pengajaran remedial), misalnya kalau kasusnya termasuk kategori yang pertama.
  • Harus menempuh dahulu langkah ketiga (layanan BK/psikoterapi) sebelum lanjut ke langkah ke 4 jika kasusnya termasuk kategori kedua atau ketiga.
  1. Layanan bimbingan dan konseling/psikoterapi

Langkah ini pada dasarnya bersifat pilihan bersyarat ditinjau dari kerangka keseluruhan prosedur pengajaran remedial. Sasaran pokok yang hendak dituju oleh layanan ini ialah terciptanya kesehatan mental kasus, dalam arti ia terbatas dari hambatan dan ketegangan batinnya untuk kemudian siap sedia kembali melakukan kegiatan belajar secara wajar realistis.

Diantara sekian banyak masalah kesulitan penyesuaian, yang masih dapat ditangani para guru pada umunnya antara lain:

  • kasus kesulitan belajar dengan latar belakang kurangnya motivasi dan minat belajar.
  • Kasus kesulitan belajar yang berlatar belakang sikap negative terhadap guru, pelajaran dan situasi belajar.
  • Kasus kesulitan belajar dengan latar belakang kebiasaan belajar yang salah.
  • Kasus kesulitan belajar dengan latar belakang ketidakserasian antara kondisi objektif keragaman pribadinya dengan kondisi objektif instrumental input dan lingkungannya.
  1. Melaksanakan pengajaran remedial

Dengan terciptanya prakondisi seperti yang telah dijelaskan diatas langkah keempat yang harus dilaksanakan adalah pengajarab remedial. Sasaran pokok dari setiap pengajaran remedial ini ialah tercapainya peningkatan prestasi atau kemampuan penyesuaian diri sesuai dengan kriteria keberhasilan yang ditetapkan.

  1. Mengadakan pengukuran prestasi belajar kembali

Dengan selesainya dilakukan pengajaran remedial maka dideteksi ada atau tidaknya perubahan pada diri kasus. Oleh karena itu diadakan pengukuran kembali, hasilnya akan memberikan informasi seberapa jauh atau seberapa besar perubahan telah terjadi, baik dalam arti kuantitatif maupun kualitatif.

  1. Mengadakan re-evaluasi dan re-diagnostik

Pada akhirnya hasil pengukuran harus ditafsirkan dan ditimbang kembali dengan mempergunakan cara dan kriteria untuk kegiatan belajar. Hasil penafsiran dan pertimbangan ini akan membawa tiga kemungkinan kesimpulan:

  • Kasus menunjukan peningkatan prestasi dan kemampuan penyesuaian dirinya dengan mencapai kriteria keberhasilan minimum seperti yang diharapkan.
  • Kasus menunjukan peningkatan prestasi dan kemampuan penyesuaian dirinya namun masih belum sepenuhnya memadai kriteria keberhasilan minimum yang diharapkan.
  • Kasus belum menunjukan perubahan yang berarti, baik dalam segi prestasinya maupun dalam kemampuan penyesuaian dirinya.
  1. Remedial pengayaan dan atau pengukuran (tambahan)

Seperti halnya langkah ketiga, langkah ini pun bersifat pilihan yang kondisional. Ada atau tidaknya kesempatan pada pihak guru dan siswa daya dukung fasilitas teknis, serta sarana penunjang yang diperlukan. Sasaran pokok langkah ini ialah agar hasil remedial itu lebih sempurna dengan diadakan pengayaan dan pengukuhan

Ilustrasi Kasus Langkah-Langkah Diagnostik Dan Remedial Kesulitan Belajar

  • Alternatif Pemecahan Kesulitan Belajar

Banyak alternatif yang dapat diambil guru dalam mengatasi kesulitan belajar siswanya. Akan  tetapi, sebelum pilihan tertentu diambil, guru sangat diharapkan untuk terlebih dahulu melakukan beberapa langkah penting sebagai berikut :

  1. Menganalisis hasil diagnosis, yakni menelaah bagian-bagian masalah dan hubungan antar bagian untuk memperoleh pengertian yang benar mengenai kesulitan belajar yang dihadapi siswa,
  2. Mengidentifikasi  dan menentukan bidang kecakapan tertentu yang memerlukan perbaikan,
  3. Menyusun program perbaikan, khususnya program remedial teaching (pengajaran perbaikan).

Setelah langkah-langkah diatas selesai, barulah guru melaksanakan langkah keempat, yakni melaksanakan program perbaikan.

  • Analisis Hasil Diagnosis

Data dan informasi yang diperoleh guru melalui diagnostik kesulitan belajar yang perlu dianalisis sedemikian rupa, sehingga jenis kesulitan khusus yang dialami siswa yang berprestasi rendah itu dapat diketahui secara pasti.

Contoh: Badu mengalami kesulitan khusus dalam memahami konsep  “jurnal penyesuian ”. Jurnal penyesuaian ialah jurnal yang dibuat pada akhir periode untuk menyesuaikan saldo-saldo perkiraan (akun) agar menunjukkan keadaan sebenarnya sebelum penyusunan laporan keuangan. Pemahaman tentang beban gaji yang masih harus dibayar misalnya, Badu masih kesulitan dalam menentukan akun-akun terkait dan membuat jurnal untuk akun-akun yang bersangkutan.

  • Menentukan Kecakapan Bidang Bermasalah

Berdasarkan hasil analisis tadi, guru diharapkan dapat menentukan bidang kecakapan tertentu dianggap bermasalah dan memerlukan perbaikan. Bidang-bidang kecakapan bermasalah ini dapat dikategorikan menjadi tiga macam.

  1. Bidang kecakapan bermasalah yang dapat ditangani oleh guru sendiri.
  2. Bidang kecakapan bermasalah yang dapat ditangani oleh guru dengan bantuan orang tua.
  3. Bidang kecakapan bermasalah yang tidak dapat ditangani baik oleh guru maupun orang tua.

Bidang kecakapan yang tidak dapat ditangani atau terlalu sulit untuk ditangani baik oleh guru maupun orang tua dapat bersumber dari kasus kasus tunagrahita (lemah mental) dan kecanduan narkotika. Termasuk dalam lingkungan dua macam kasus yang bermasalah berat ini dipandang tidak berketerampilan (unskilled people). Oleh karenanya, para siswa mengalami kedua masalah kesulitan belajar yang berat tersebut tidak hanya memerlukan pendidikan khusus, tetapi juga memerlukan perawatan khusus.

Kembali kesoal Badu. Ternyata, dari hasil diagnosis diketahui bahwa ia belum memilki kecakapan memahami konteks penyesuaian, khususnya beban dibayar dimuka, pendapatan dibayar dimuka. Akibatnya,penyesuaian yang dibuat harusnya beban dibayar dimuka disamakan dengan beban saja dll.

  • Menyusun Program Perbaikan

Dalam hal menyusun program pengajaran perbaikan (remedial teaching), sebelumnya guru perlu menetapkan hal-hal sebagai berikut:

  • Tujuan pengajaran remedial
  • Meteri pengajaran  remedial
  • Metode pengajaran remedial
  • Alokasi waktu pengajaran remedial
  • Evaluasi kemajuan siswa setelah mengikuti program pengajaran remedial

Agar lebih jelas, berikut ini penyusunan sajikan sebuah contoh program pengajaran remedial  yang sengaja dikaitkan dengan masalah yang dihadapi oleh siswa  bernama Badu  seperti  dimuka .

Contoh:

Program Pengajaran Remedial

Nama siswa : Badu

Kelas : 11 A2, SMA “X” Bandung

Jenis kesulitan: Menentukan akun penyesuaian pada gaji yang masih harus dibayar dan membuat jurnalnya

Tujuan Remedial: Badu dapat menentukan akun-akun terkait dengan   penyesuaian gaji yang masih harus dibayar serta dapat membuat jurnal atas akun-akun tersebut

Materi Remedial:

  • Sebuah transaksi yang menunjukan adanya pengaruh terhadap kas, yaitu transaksi yang bersifat mengurangi. Serta penerapan pada posisi debit dan kreditnya.
  • Sebuah transaksi yang menunjukan adanya pengaruh terhadap penambahan utang dan tidak memperngaruhi kas, serta posisi debit kredit dari akun yang bersangkutan.
  • Dua buah transaksi yang disajikan untuk dinalisis, yang pertama pembayaran dilakukan diawal dan pembayaran dilakukan diakhir.

Alokasi waktu remedial : 90 menit

Evaluasi remedial : Menggunakan instrumen tes isian untuk menganalisis transaksi-transaksi tersebut dan menjurnalnya pada kolom-kolom jurnal yang telah disediakan

  • Melaksanakan Program Perbaikan

Pada prinsipnya, program pengajaran remedial itu lebih cepat dilaksanakan tentu saja akan lebih baik.Tempat penyelenggaraannya bisa dimana saja, asal tempat itu memungkinkan siswa memusatkan perhatiannya terhadap proses pengajaran perbaikan tersebut. Namun patut dipertimbangkan oleh guru pembimbing kemungkinan digunakannya ruang bimbingan dan penyuluhan yang tersedia disekolah dalam rangka mendayagunakan ruang BP tersebut.

Referensi:

Makmun, Abin Syamsuddin (2007). Psikologi Kependidikan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya

 Implikasi dalam Kehidupan sebagai Guru Mata Pelajaran

Sebagai guru mata pelajaran adalah hal yang krusial untuk kita dapat memahami bagaimana prosedur diagnostik kesuliatan belajar serta pembelajaran remedial. Karena tidak dapat dipungkiri pada praktiknya akan ada peserta didik yang memiliki problem sehingga berdampak pada hasil belajarnya, dengan melakukan diagnosis yang benar dan tepat sasaran diharapkan problematika atau hambatan yang dihadapi peserta didik dapat teratasi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s