Masalah-Masalah Siswa di Sekolah serta Pendekatan-Pendekatan Umum dalam Bimbingan dan Konseling

girl-bullied-at-schoolMinggu kemarin kita telah membahas tentang Teknik-teknik Dasar Pemahaman Individu (Pendalaman  dari  pengumpulan  data:  aspek-aspek yang perlu dipahami serta teknik pemahamannya). Dari pembahasan tersebut kita telah mengetahui bahwasannya dalam melaksanakan bimbingan dan konseling seorang pembimbing haruslah memahami karakter individu, baik dengan cara tes maupun nontes sehingga kegiatan bimbingan dan konseling bisa dilaksanakan sesuai dengan apa yang dibutuhkan siswa. Berlanjut ke pembahasan berikutnya yaitu mengenai Masalah-masalah siswa di sekolah serta pendekatan-pendekatan  umum  dalam  bimbingan  dan  konseling.

  1. Pengertian Masalah

Masalah adalah sesuatu yang tidak luput dari setiap manusia. Menurut KBBI masalah diartikan sebagai sesuatu yg harus diselesaikan (dipecahkan), karena masalah yang menimpa sesorang bila dibiarkan berkembang dan tidak segera dipecahkan dapat mengganggu kehidupan, baik dirinya sendiri maupun orang lain.
Adapun ciri-ciri masalah adalah sebagai berikut:

  • Masalah muncul karena ada kesenjangan antara harapan (das Sollen) dan kenyataannya (das sein). Semakin besar kesenjangan, maka masalah semakin berat.
  • Tiap kesenjangan yang terjadi dapat menimbulkan persepsi yang berbeda-beda.
  • Masalah muncul sebagai perilaku yang tidak dikehendaki oleh individu itu sendiri maupun oleh lingkungan
  • Masalah timbul akibat dari proses belajar yang keliru.
  • Masalah memerlukan berbagai pertanyaan dasar (basic Question) yang perlu dijawab.
  • Masalah dapat bersifat individual maupun kelompok.
  1. Jenis-jenis Masalah

Siswa sekolah menengah berada dalam fase masa remaja. Pada fase ini individu mengalami perubahan yang besar yang dimulai sejak datangnya fase masa puber. Hurlock (1980:192) menuliskan berbagai perubahan sikap dan perilaku sebagai akibat dari perubahan yang terjadi pada masa puber. Sikap dan perilaku yang dimaksudkan adalah :

  • Ingin menyendiri
  • Bosan
  • Inkoordinasi
  • Antagonism social
  • Emosi yang meninggi
  • Hilangnya kepercayaan diri

Sikap dan perilaku anak yang berbeda dalam masa puber tersebut sering mengganggu tugas-tugas perkembangan anak pada fase berikutnya yaitu fase remaja, dan sebagai akibatnya anak akan mengalami gangguan dalam menjalani kehidupan pada fase remaja.
Beberapa masalah yang dialami oleh remaja antara lain:

a) Masalah Emosi

Akibat dari perubahan fisik dan kelenjar, emosi remaja seringkali sangat kuat, tidak terkendali, dan kadang tampak irasional. Hal ini dapat dilihat dari gejala yang tampak pada mereka, misalnya mudah marah, mudah dirangsang, emosinya meledak-ledak dan tidak mampu mengendalikan perasaannya. Keadaan ini sering menimbulkan berbagai permasalahan remaja.

Sekolah sebagai lembaga formal yang diberi tugas dan tanggung jawabuntuk membantu subjek didik menuju kearah kedewasaan yang optimal harus mempunyai langkah-langkah konkrit untuk mencegah dan mengatasi masalahemosional ini. Dalam layanan bimbingan dan konseling kelompok anak dapat berlatih menjadi pendengar yang baik, bagaimana cara mengemukakan masalah, bagaimana cara mengendalikan diri baik dalam menggapai masalah sesama anggota maupun masalahnya sendiri.

b) Masalah Penyesuaian Diri

Untuk mencapai tujuan dari pola sosialisasi dewasa, remaja harus membuat banyak penyesuaian baru. Pada fase ini remaja lebih banyak di luar rumah bersama-sama temannya sebagai kelompok, maka dapatlah dimengerti kalau pengaruh teman sebaya dalam segala pola perilaku , sikap, minat, dan gaya hidupnya lebih besar daripada pengaruh dari keluarga. Perilaku remaja sangat tergantung dari pola-pola perilaku kelompok. Yang menjadi masalah apabila mereka salah dalam bergaul,dalam keadaan demikian remaja cenderung akan mengikuti pergaulan yang salahtersebut tanpa mempedulikan berbagai akibat yang akan menimpa dirinya karenakebutuhan akan penerimaan dalam kelompok sebaya dianggap paling penting.

c) Masalah Perilaku Seksual

Pada masa puber (masa remaja), remaja sudah mulai tertarik pada lawan jenis sehingga timbul keinginan yang kuat untuk memperoleh dukungan dan perhatian dari lawan jenis, sebagai akibatnya, remaja mempunya minat yang tinggi pada seks. Seharusnya mereka mencari atau memperoleh informasi tentang seluk-beluk seks dari orang tua, tetapi kenyataannya mereka lebih banyak mencari informasi dari sumber-sumber yang kadang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Sebagai akibat dari informasi yang tidak tepat tersebut dapat menimbulkan perilaku seks remaja yang apabila ditinjau dari segi moral dan kesehatan tidak layak untuk dilakukan. Untuk menanggulangi dan mangatasi masalah tersebut, sekolah hendaknya melakukan tindakan nyata, misalnya pendidikan seks.

d) Masalah Perilaku Sosial

Adanya diskriminasi terhadap mereka yang berlatar belakang ras, agama,atau sosial ekonomi yang berbeda dapat melahirkan geng-geng atau kelompok remaja yang pembentukannya berdasarkan atas kesamaan latar belakang agama,suku, dan sosial ekonomi, hal ini dapat memicu terjadinya permusuhan antar kelompok atau geng. Untuk mencegah dan mengatasi masalah tersebut , sekolah dapat menyelenggarakan kegiatan-kegiatan kelompok dengan tidak memperhatikan latar belakang suku, agama, ras dan sosial ekonomi.

e) Masalah Moral

Masalah moral yang terjadi pada remaja ditandai oleh ketidakmampuan remaja membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Hal ini disebabkan oleh ketidak konsistenan dalam konsep benar dan salah yang ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Maka, sekolah sebaiknya menyelenggarakan berbagai kegiatan keagamaan, meningkatkan pendidikan budi pekerti.

f) Masalah Keluarga

Hurlock (1980,233) mengemukakan sebab-sebab umum pertentangan keluarga selama masa remaja adalah: standar perilaku, metode disiplin, hubungan dengan saudara kandung, sikap yang sangat kritis pada remaja, dan masalah palang pintu.

Remaja sering menganggap standar perilaku orang tua yang kuno dan modern berbeda. Keadaan inilah yang sering menjadi sumber perselisihan di antara mereka.Yang dimaksud dengan masalah palang pintu adalah peraturan keluarga tentang penetapan waktu pulang dan mengenai teman-teman remaja yang dapat berhubungan terutama teman-teman lawan jenis. Untuk itu sekolah harus meningkatkan kerjasama dengan orang tua. 

  1. Pendekatan Umum dalam Bimbingan dan Konseling

Berdasarkan pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa siswa di sekolah sangat mungkin mengalami masalah-masalah yang dapat mengganggu proses tumbuh kembangnya, maka untuk menanggulangi permasalahan tersebut dapat dilakukan beberapa pendekatan dalam bimbingan dan konseling yaitu:

a) Pendekatan Krisis

Pendekatan krisis disebut juga pendekatan kuratif merupakan upaya bimbingan yang diarahkan kepada individu yang mengalami krisis atau masalah. Bimbingan ini bertujuan mengarasi krisis atau masalah-masalah yang dialami individu. Dalam pendekatan ini, pembimbing menunggu individu yang dating. Selanjutnya, mereka memberikan bantuan sesuai dengan masalah yang dirasakan individu.

b) Pendekatan Remedial

Pendekatan remedial merupakan pendekatan bimbingan yang diarahkan kepada individu yang mengalami kelemahan atau kekurangan. Tujuannya adalah untuk membantu memperbaiki kekurangan/kelemahan yang dialami individu. Pembimbing memfokuskan tujuannya pada kelemahan-kelemahan individu dan selanjutnya berupaya untuk memperbaikinya.

c) Pendekatan Preventif

Pendekatan preventif merupakan pendekatan yang diarahkan pada antisipasi masalah-masalah umum individu, mencegah jangan sampai masalah tersebut menimpa individu. Pembimbing memberikan upaya seperti informasi dan keterampilan untuk mencegah masalah tersebut.

d) Pendekatan Perkembangan

Pendekatan perkembangan menekankan kepada pengembangan potensi dan kekuatan yang ada pada individu secara optimal. Setiap individu memiliki potensi dan kekuatan tertentu melalui penerapan berbagai teknik bimbingan potensi, kemudian kekuatan-kekuatan tersebut dikembangkan. Layanan bimbingan ini diberikan kepada setiap individu bukan hanya yang memiliki masalah.

Referensi:

Baharuddin.(2009).Psikologi Pendidikan Refleksi Teoritis Terhadap Fenomena.Jogjakarta: AR-          Ruzz Media.

Nurihsan, A. J.(2006). Bimbingan dan Konseling dalam Berbagai Latar Kehidupan. Bandung:            PT Refika Aditama

Implikasi dalam Kehidupan sebagai Guru Mata Pelajaran

Peserta didik dalam faktanya di sekolah seringkali menghadapi permasalahan-permasalahan baik yang berasal dari dirinya sendiri (faktor internal) maupun dari luar (eksternal). Permasalahan ini dapat mengganggunya dalam proses pembelajaran sehingga peserta didik terhambat untuk maju dan tidak optimal dalam mengembangkan dirinya.

Dengan memahami materi tentang masalah-masalah siswa di sekolah serta pendekatan-pendekatan  umum  dalam  bimbingan  dan  konseling, sebagai guru mata pelajaran kita dapat mengerti kondisi siswa dan memahami betul masalah yang mungkin di hadapi oleh peserta didik yang dapat mengganggu proses pembelajaran, karena sudah sepantasnya seorang guru adalah mereka seorang pendidik yang mampu mencetak generasi unggul. Guru bukan hanya mengajarkan materi dan tidak peduli terhadap kondisi anak muridnya.

Masalah siswa yang beragam tersebut tidak bisa disamaratakan dalam pemecahannya. Melainkan harus ada pendekatan yang tepat agar tidak salah dalam menghadapi dan memberikan solusinya. Sehingga penting untuk guru mengerti betul pendekatan-pendekatan umum dalam melaksanakan bimbingan konseling. Pendekatan tersebut memiliki karakteristik tertentu yang harus disesuaikan dengan kondisi peserta didik.

Maka, jika guru telah memahami siswa dan pendekatan umum dalam melakukan bimbingan dan konseling selanjutnya dapat bekerja sama dengan guru BK dalam melaksanakan kegiatan bimbingan dan konseling. Mengingat jumlah guru BK yang terbatas, maka guru diharapkan mampu menjalankan tugasnya dengan baik demi kelancaran dan kemajuan peserta didik.

Advertisements

One thought on “Masalah-Masalah Siswa di Sekolah serta Pendekatan-Pendekatan Umum dalam Bimbingan dan Konseling

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s