Teknik-teknik Dasar Pemahaman Individu

crossroad signPada tulisan sebelumnya telah dibahas mengenai Pengorganisasian BK sehingga kita mengetahui peran guru ataupun pihak sekolah lainnya dalam kegiatan BK. Kali ini, pembahasan dilanjutkan mengenai Teknik-teknik dasar pemahaman individu.

Salah satu faktor yang menjadi latar belakang diperlukannya bimbingan dan konseling adalah faktor psikologis. Latar belakang psikologis ini berkaitan erat dengan proses perkembangan manusia yang sifatnya unik, berbeda dengan individu lain dalam perkembangannya. Implikasi dari keragaman ini ialah bahwa individu memiliki kebebasan dan kemerdekaan untuk memilih dan mengembangkan diri sesuai dengan keunikan atau tiap-tiap potensi tanpa menimbulkan konflik dengan lingkungannya. Dari sisi keunikan dan keragaman individu, diperlukan bimbingan untuk membantu setiap individu mencapai perkembangan yang sehat di dalam lingkungannya.

(Nurihsan, 2006: 1)

Subjek sasaran bimbingan dan konseling adalah individu sebagai pribadi dengan karakteristiknya yang unik. Artinya tidak ada dua orang individu yang memiliki karekteristik yang sama. Atas dasar karakteristik pribadinya, guru pembimbing memberikan bantuan agar individu dapat berkembang optimal melalui proses pemahaman diri, penerimaan diri, pengarahan diri dan aktualisasi diri.. Untuk itu seyogyanya Guru Pembimbing memahami pribadi setiap individu yang dibimbing sehingga dapat melakukan tugasnya membantu siswa ke arah perkembangan yang optimal.

Untuk hal ini, maka menurut Moh Surya( 1998: 4.1), Guru Pembimbing dituntut paling tidak memiliki dua kemampuan dan keterampilan yaitu : (1) Kemampuan dan keterampilan memahami individu yang dibimbing dan (2) Kemampuan dan keterampilan berupa teknik membantu individu. Dengan demikian teknik-teknik bimbingan dan konseling, mencakup teknik memahami individu dan teknik-teknik membantu individu.

  1. Pemahaman Individu.

Pemahaman individu adalah merupakan awal dari kegiatan bimbingan dan konseling. Tanpa adanya pemahaman terhadap individu, sangat sulit bagi Guru Pembimbing untuk memberikan bantuan karena pada dasarnya bimbingan adalah bantuan dalam rangka pengembangan pribadi.

Adapun hal-hal yang perlu dipahami dari seorang individu dalam rangka pelaksanaan bimbingan dan konseling, adalah sebagai berikut :

  • Identitas diri, yaitu berbagai aspek yang secara langsung menjadi keunikan pribadi..
  • Kondisi jasmaniah dan kesehatan.
  • Kapasitas ( umum/Intligensi dan khusus/Bakau) dan kecakapan
  • Sikap dan minat
  • Watak dan tempramen.
  • Cita-cita sekolah dan pekerjaan.
  • Aktivitas sosial
  • Hobi dan pengisian waktu Luang.
  • Kelebihan atau keluarbiasaan dan kelainan-kelainan yang dimiliki.
  • Latar belakang keluarga siswa.

Sumber Data Untuk Pemahaman Individu

Pemahaman individu siswa dapat dilakukan melalui beberapa sumber yaitu :

  • Dari siswa itu sendiri yang dapat dilakukan melalui wawancara, observasi ataupun teknik pengukuran.
  • Dari orang tua siswa dan keluarga terdekat siswa, guru-guru yang pernah mengajar dan bergaul lama dengan siswa, temannya, dokter pribadi dsb.

Teknik-Teknik Pemahaman individu.
Adapun teknik-teknik pemahaman individu dapat dikelompokkan menjadi teknik tes dan non tes. Teknik tes bisa membuat sendiri dan bisa pula mohon bantuan dari ahli lain yang kompeten untuk itu.

Teknik Tes
Teknik tes dalam pelayanan bimbingan dan konseling dapat dikelompokkan menjadi :

  • tes intligensi,
  • tes bakat,
  • tes bakat,
  • tes/Inventory minat,
  • tes bakat dan
  • tes prestasi belajar

Teknik Non Tes
Sedangkan teknik non tes terdiri dari :

  • Observasi
  • Catatan anekdot
  • Daftar Cek( Check List).
  • Skala Penilaian( rating Scale)
  • Angket
  • Biografi atau auto biografi
  • Sosiometri
  • Studi dokumentasi
  • Studi kasus( case study)
  1. Teknik-Teknik Memberi Bantuan

Teknik memberi bantuan dibedakan menjadi dua yaitu teknik-teknik bimbingan dan teknik-teknik konseling.

Teknik Bimbingan
Bimbingan sebagai proses pemberian bantuan kepada individu dalam rangka mencegah dan menghindari terjadi masalah dalam kehidupannya dapat menggunakan beberapa pendekatan, yaitu :

  • Pendekatan individual, yaitu memberikan bimbingan secara individu sesuai dengan kebutuhan dan karakteristiknya.
  • Kelompok, yaitu melayani sejumlah peserta didik yang memiliki kebutuhan yang sama.
  • Klasikal, yaitu melayani peserta didik secara klas tanpa adanya pemisahan.
  • Dengan cara “alih tangan”, yaitu meminta bantuan pihak lain yang dipandang lebih competen. Alih tangan dapat berlangsung secara internal dan eksternal. Secara internal apabila alih tangan dilakukan pada lingkup area satu sekolah. Sedangkan eksternal apabila dialihkan pada pihak-pihak lain di luar sekolah, seperti psikoloog, dokter.

Dalam pelaksanaan bimbingan dapat menggunakan beberapa teknik, seperti : wawancara, dialog,

diskusi kelompok, bimbingan kelompok, simulasi, bermain peran, demonstrasi, ceramah, karya wisata, mendatangkan nara sumber, studi pustaka dan sebagainya.

Teknik-Teknik Konseling
Konseling Perorangan adalah merupakan suatu proses pemberian bantuan kepada individu yang bermasalah guna mengentaskan masalahnya, demi tercapainya tujuan dan kebahagian hidupnya. Konseling perorangan dilakukan dengan wawancara interpersonal antara Guru Pembimbing dengan siswa yang dibantu.

Tahap-Tahapan Dalam Konseling Perorangan

Tahap Awal: Pada tahap ini dilakukan pembinaan hubungan baik dengan siswa yang dibantu. Kontak awal antara pembimbing dengan siterbimbing akan sangat mempengaruhi wawancara konseling. Pada tahap awal ini yang perlu dilakukan adalah :

  • Penataan ruangan/fisik/mencari tempat yang kondusif
  • Sambutan dan perhatian terhadap kehadiran klien
  • Penjelasan maksud dan tujuan konseling
  • Penjelasan peranan dan tanggung jawab masing-masing

Tahap Kegiatan : Pada tahap ini si pembimbing dengan beragam ketrampilan wawancara konselingnya berupaya untuk mendorong siswa ke arah pemahaman diri dan lingkungannya dalam kaitannya denga masalah yang sedang dihadapinya.

Tahap Akhir: Tujuan tahap ini adalah agar siswa terbantu mampu menciptakan tindakan dan merencanakan, melakukan sesuatu tindakan sesuai dengan kesepakatan dan pemahaman selama proses wawancara konseling berlangsung. Pada tahap ini perlu pula digali kesan siswa/klien selama proses wawancara berlangsung.

Teknik-Teknik Konseling Perorangan
Secara umum dalam wawancara konseling dikenal tiga teknik atau pendekatan khusus, yaitu : a) Direktif Konseling, b) Non Direktif Konseling, c) Eklektik Konseling.

a) Direktif Konseling
Teknik ini dicetuskan oleh Edmond G. Williamson. Dengan teknik ini, proses konseling kebanyakan berada ditangan konselor. Dengan kata lain konselor lebih banyak mengambil inisiatif sedangkan klien tingla menerima apa yang dikemukakan oleh konselor

b) Non Direktif Konseling
Teknik ini sering juga disebut “Client Centered counseling” yang memberikan gambaran bahwa yang menjadi pusat dalam konseling adalah klien. Dengan teknik ini aktivitas konseling sebagian besar ada ditangan klien. Teknik ini pertama kali diperkenalkan oleh Carl Rogers.

c) Eklektik Konseling
Teknik ini dipelopori oleh F.P Robinson. Teknik ini pada prinsipnya menggunakan penggabungan antara direktif dan non direktif konseling. Konselor menggunakan kedua pendekatan secara melengkapi sesuai dengan situasi dan kondisi klien serta sifat masalah klien.. Kondisi ini menuntut bahwa seorang konselor harus fleksibel dengan keahlian yang memadai dan pengalaman yang cukup Langkah-langkah konseling ini tidak dapat dirumuskan secara jelas karena dapat saja konselor menggunakan kedua pendekatan seperti di atas secara bergantian atau secara bersama-sama sekaligus sesuai dengan sifat masalah dan kondisi klien.

(Anonim, 2012)

Referensi:

Nurihsan, A. J.(2006). Bimbingan dan Konseling dalam Berbagai Latar Kehidupan. Bandung:      PT Refika Aditama

Anonim (2012). Teknik-Teknik Bimbingan dan Konseling. [Online]. Tersedia: https://bimbingandankonselingdotnet.wordpress.com/2012/09/18/panduan-umum-layanan-konseling/. [di akses tanggal 8 Maret 2015]

Analisis Materi

Individu merupakan sasaran utama pelaksanaan bimbingan konseling karena keunikan dan keberagamannya yang dapat menimbulkan permasalahan-permasalahan sehingga diperlukan bimbingan untuk menanggulanginya. Individu ini memiliki karakteristik yang unik sehingga dibutuhkan kemampuan dari guru pembimbing untuk menghadapi setiap karakteristik yang ada. Guru pembimbing dituntut menguasai dua keterampilan yaitu dalam memahami individu dan teknik untuk membantu individu.

Seorang guru pembimbing harus paham bagaimana kondisi individu yang dibimbingnya agar proses bimbingan dapat berlangsung dengan baik. Karena bagaimana mungkin guru pembimbing bisa membantu siswanya sedangkan kondisi siswa tersebut tak dipahaminya. Sejatinya membimbing adalah upaya untuk mengembangkan potensi yang dimiliki seorang siswa. Sumber data mengenai siswa yang diperlukan dalam memahami karakter siswa dapat diperoleh secara langsung melalui wawancara atau observasi kepada siswa tersebut atau pun secara tidak langsung melalui orang tua dan orang sekitarnya. Adapun teknik dalam pemahaman individu bisa dilakukan dengan cara tes dan non tes.

Adapun untuk teknik membantu individu atau konseling bisa dilakukan secara interpersonal antara siswa dengan guru pembimbing, karena pada hakikatnya konseling adalah untuk menyelesaikan permasalahan individu. Sebisa mungkin guru pembimbing memberi pengarahan agar siswa dapat secara mandiri menentukan apa yang harus ia lakukan dalam menghadapi permasalahannya.

Advertisements

One thought on “Teknik-teknik Dasar Pemahaman Individu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s